Rabu, 15 Desember 2010

sang pemarah

Braakkk......................glumbranggg.............(terdengar benda-benda pecah dibanting)
"Heh...kamu ngerti gak sih..?".."aku capek-cape gini..berangkat pagi pulang malem...kaki jadi pala, pala jadi kaki.."........"semuanya buat kamu...!!" (terdengar hardikan keras dari suara seseorang).
"Buk..buk...buk.." (terdengar pukulan)...."Ahhh....." (seseorang merintih..)
"Ha..ha...ha..., rasain tuh bogem mentahnya" (..gumam sesosok mahluk halus yang sedari tadi berada di lokasi kejadian). "Hi..Hi...Hi...sang pemarah lagi kumat " (gumamnya lagi)...
"Yah...sudah yah...sabar., jangan marah-marah terus gak ada gunanya. Anak kita seperti itu mungkin karena didikan kita juga yang salah." (terdengar suara seorang wanita paruh baya)...

Kejadiannya begitu singkat,..namun efek yang ditimbulkan begitu dahsyat. Semua menjadi hancur baik materi maupun tatanan perasaan. Hubungan sosial berantakan tak memandang saudara atau bukan, anak atau orang lain...semua serba menjadi gelap...itulah akibat amarah dari sang pemarah.

Dalam sebuah riwayat Rosulullah pernah didatangi oleh sahabatnya yang meminta nasihat yang singkat tapi mencakup keseluruhan agar selamat di dunia dan akhirat. Maka Rasulullah bersabda "jangan marah..jangan marah..jangan marah". Kata-kata itu sampai diulang 3 kali.Betapa ini suatu penekanan yang sangat penting..bahwa menahan marah adalah sesuatu yang dapat menyelamatkan kita hidup di dunia akhirat. Seseorang yang mampu menahan amarah, lebih mampu berfikir jernih sehingga mampu pula menyelesaikan masalah dengan bijak dan baik. Sesungguhnya ketika orang marah..maka ia telah membuang energy yang sangat banyak untuk hal yang sia-sia.Inilah hikmah dibalik menahan marah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar